February 15, 2008
Satu Lagi Alumni BemoNet Nge-Blog
Telat banget yah? Satu lagi nih alumni BemoNet yang sekarang baru mau nge-blog: Boyke Bader. Selamat datang di dunia blogosphere. :)
Labels: Pengumuman
June 18, 2007
Happy Birthday, Boyke...
Setelah Eko Juniarto, sekarang Boyke Bader. Ternyata banyak juga rekan Bemonetters yang merayakan ulang tahunnya di bulan Juni ini.
Selamat ulang tahun untuk Boyke, 19 Juni 2007. Semoga panjang umur dan sehat selalu.
Ucapan selamat di milis gd508:
Dari Sigit:
Mas Boiiiiiiiyyyyyy ..... hepi belde ya ... ke 19 yaaaaaa
Moga2 pjg umur, murah rejeki, banyak anak, banyak duit en banyak traktir2 kita[sea]
June 17, 2007
Happy Birthday, Eko...
Selamat ulang tahun untuk salah satu tokoh BemoNet yang juga salah satu blogger senior di Indonesia, Eko Juniarto aka ryosaeba, 16 Juni 2007. Ditunggu makan-makannya. :) :)
Ucapan selamat di milis BemoNet:
Dari RiO:
Panjang umur...
Sehat selalu.../rs
*abis liat ucapan selamat dari sebelah*
Dari IP:
Met ultah juga untuk Eko Juniarto aka ryosaeba, semoga panjang umur dan tetap sehat selalu.
PS. Posting ini menggunakan Windows Live Writer atas rekomendasi MCA, lagi coba di-test publish ke blog berbasis Blogger.
July 02, 2006
Apa kabarnya bemo.or.id? :)
April 20, 2006
Ada LSM yang berminat menyampaikan messages melalui media games PC?
Dear all,
Kami MAX Mobile Application Xpert yang sedang berencana release games PC gratis ke masyarakat umum, berencana untuk menyediakan tempat 'beriklan-gratis' untuk LSM. Target gamer kami adalah casual male gamer berumur 17-30 tahun.
Dalam content game ini, rencananya akan disediakan ruangan untuk suatu LSM dalam menyampaikan komunikasi/messages ke public/masyarakat umum. Kami menyediakan gratis 'ruangan tersebut' untuk 1 LSM yang benar2 berminat.bagi yang berminat kirim mail ke Kukuh@max-studio.net dan Ricky@max-studio.net.
Terima kasih atas perhatiannya
Kukuh TW
MAX Mobile Application Xpert
blog: http://maxonne.blogspot.com
Selengkapnya bisa dilihat disini.
March 10, 2006
March 09, 2006
Penerapan E-Goverment
Masyarakat, sektor swasta dan pemerintah mengharapkan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (telematika) di Indonesia menjadi lebih terarah dan terintegrasi serta tidak tumpang tindih pengembangannya mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pemerintah pusat. Oleh karenanya pemerintah menyusun pula konsep sistem informasi nasional sebagai acuan/panduan bagi penyusunan national e-Strategy di Indonesia yang dilengkapi dengan konsep pelaksanaan secara makro melalui program e-Indonesia, yang didalamnya termasuk pembangunan e-Government.
Pengembangan e-Government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government ( e-Government Development Framework) melalui INPRES No. 3 Tahun 2003 yang merupakan payung bagi seluruh kebijakan detail teknis di bidang e-Government. Agar kebijakan pengembangan e-Government dapat dilaksanakan secara sistematik dan terpadu, maka masih diperlukan peraturan, standarisasi dan panduan yang konsisten dan saling mendukung.Dari dua paragraph dalam Sambutan-nya dapat ditangkap adanya sinyalment bahwa ada sebuah platform (nampaknya software atau protokol) yang paling tidak dapat berintergrasi dari pusat ke daerah dan sebaliknya, dimana dan bagaimana itu semua disederhanakan dalam istilah "program e-Indonesia". Apa itu? Ada baiknya kita baca dahulu Panduan ini lebih lanjut. Dari Konsep Pengembangan E-Goverment Lembaga, halaman 3 (pdf)
Jenis layanan yang diberikan dan jenis informasi yang dibutuhkan, menentukan prioritas pengembangan e-government suatu lembaga pemerintah, menyangkut hubungan Government to Government (G2G), Government to Business (G2B) dan Government to Citizen (G2C).Untuk G2C dan G2B, mungkin sama seperti kebanyakan dari kita akan mudah menujuk open-source untuk keperluan masing-masing. Ada Helpdesk atau CRM type lainnya, ada B2B software yang dapat dipakai walaupun biasanya Goverment adalah regulator dan watching body, dan lain-lain. Namun lain halnya dengan G2G kira-kira ini apa yah? Mungkin cuman skeptis saja kalau saya melihat G2G itu lebih ke inteligent(mata-mata), sehingga sulit bagi saya melihat aplikasi G2G, selain membaca tabel rekayasa masing-masing, dan index yang jauh dari realtitas. Dari Penerapan E-Goverment lembaga, halaman 11 s/d 13, yang akan saya pisah dalam 2 bagian dengan ulasan.Dari sudut pandang saya, kedua tingkatan ini nampaknya terbalik. Utamanya pokok sosialisasi, sarana akses dengan layanan interaktif --publik serta hyperlink yang menurut saya justru seharusnya diletakkan sebelum pokok pendidikan, dan berdampingan dengan situs web pemerintah. Karena ketika kita berbicara soal Pajak Online misalnya, masyarakat sudah menduga adanya "port" untuk mengurus pajak dan berinteraksi dengan kantor perpajakan. Bukan kemudian lalu ada "warnet" di Kantor Pajak dan orang-orangnya ngalor-ngidul dulu di Internet. Khusus pokok sosialisasi. Pertanyaannya adalah; apa sih yang membuat penguna kembali dan kembali lagi ke sebuah situs? Betullah bila tahap ini terbalik. Karena sudah di-teken, menurut saya Panduan ini perlu di-revisi bila G2C dan G2B nya mau ditengahkan. Jadi seharusnya difokuskan dulu ke aplikasinya, katanya ada program e-Indonesia kan?Tingkat Persiapan
- pembuatan situs web pemerintah (lihat buku Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah) di setiap lembaga;
- pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia menuju penerapan e-government;
- penyediaan sarana akses publik antara lain dalam bentuk Multipurpose Community Center (MCC), Warung dan kios Internet, dan lain-lain;
- sosialisasi keberadaan layanan informasi elektronik, baik untuk publik maupun penggunaan internal;
- pengembangan motivasi kepemimpinan (e-leadership) dan kesadaran akan pentingnya manfaat e-government (awareness building);
- penyiapan peraturan pendukung.
Tingkat Pematangan
- pembuatan situs informasi layanan publik interaktif, antara lain dengan menambahkan fasilitas mesin pencari (search engine), fasilitas tanya jawab dan lain-lain;
- pembuatan hubungan dengan situs informasi lembaga lainnya (hyperlink).
Untuk sampai tingkat Mantap(karena disebut Pemantapan), maka perlu lebih banyak langkah yang detail. Bila tidak ini hanya mimpi untuk memantapkan. Contoh sederhananya: adalah standariasai formulir. Mungkin perlu disebut juga standard ISO yang Indonesia akan gunakan dan diuji sertifikasinya. Fasilitas pembayaran jelas-jelas membutuhkan pemaparan yang lebih baik, dan kata "dan lain-lain" koq lebih bernada kebuntuan ketimbang perspektif para regulator(mungkin lebih tepat penyusun, maaf loh yah, cuman berpendapat saja). Lebih cocok lagi sedari awal bila panduan ini mengeluarkan bunyi yang pasti; bahwa kita akan pakai software ini atau itu. Operating System ini atau itu. Sehingga Tahap Mantap nya lebih mudah dibunyikan bila menemukan manusia yang tepat. Tingkat Pemanfaatan, ini adalah tingkatan yang paling rancu dari semua tingkatan, karena sudah seharusnya sedari awal e-goverment itu memiliki manfaat. Tidak perlulah saya harus menyebutkan nilai investasinya dan inverstasi waktunya bila pemanfaatan diletakkan dibelakang. Bila anda sering membuat aplikasi, anda tentu tahu bahkan pemanfaatan(digunakan) adalah salah satu nadi penyempurnaan. Selain langkah-langkah penerapan diatas, Panduan juga menyebutkan banyak kata E-Leadership, dan kesadaran atas manfaat dan kegunaan E-Goverment sebagai pensiapan Supra-Structure tersebar di seluruh halaman, dan itu juga tentunya seharusnya berarti Infra-Structure. Sekedar mengingatkan bahwa pulau-pulau di Indonesia belumlah mengunakan jaringan under-sea cabel, dan fiber optic masih merupakan donggeng di daerah; kita akan sadar bahwa penerapan ini akan jadi isapan jempol semata. Semoga ada versi 1.0++ nya.Tingkat Pemantapan
- Penyediaan fasilitas transaksi secara elektronik antara lain dengan menambahkan fasilitas penyerahan formulir, fasilitas pembayaran dan lain-lain;
- penyatuan penggunaan aplikasi dan data dengan lembaga lain (interoperabilitas).
Tingkat Pemanfaatan
- pembuatan berbagai aplikasi untuk pelayanan G2G (Government to Government), G2B(Government to Bussines) dan G2C(Government to Community) yang terintegrasi;
- pengembangan proses layanan e-Government yang efektif dan efisien;
- penyempurnaan menuju kualitas layanan terbaik ( best practice).